RSS

Pengertian & Piranti Majang

Majang / Merias / Menghias

Pengertian

      Majang artinya menghias, dalam rangkaian upacara perhelatan perkawinan, majang berarti menghias rumah pemangku hajat, tempat-tempat yang di pajang antara lain :

  1. Depan rumah dengan dipasang tratag ( bangunan sementara atau tambahan yang terbuat dari atap deklit atau seng dengan penyangga bambu, kayu atau rangkaian besi permanen ) gunanya adalah untuk tempat duduk tamu.
  2. Kamar pengantin yang disebut pasren penganten.

         Tempat – tempat yang dipajang diberi larat belakang dari kain batik, di antaranya kain sindur bangun tulak, padhang cinucup sari, pandhan pinethet, mayang sekar, dan pacing tawa, ada juga yang berupa kain lurik, antara lain lurik pali, lurik dringin, sulur ringin, godhong madu, puluhwati, pliwatan, dan kluwung, selain itu dilengkapi dengan kain tenun, antara lain mori putih ( pethakan ), letrek, dsb ( Adrianto, 2000 : 6 ).

        Majang ini didukung pula penyiapan kediaman pemangku hajat, misalnya rumah dan pagar dicar kembali sehingga tampak baru, kebun dan pekarangan dibersihkan, taman dirapikan sehingga tampak indah, hiasan gambar, foto dan seisi rumah ditata sehingga rapi dan enak dipandang.

Piranti majang

Ubarampe majang antara lain loro blonyo, lampu robyong, ajug-ajug, kecohan, kendhi, klemuk, kain syarat, jempana ( tandu ) ( Andrianto, 2000 ).

  • Lara blonyo ( blanya ) : Berupa patung pengantin pria dan wanita, ini melambangkan penghuni rumah sepasang pengantin dengan posisi duduk bersila ( pengantin pria ) dan simpuh ( pengantin wanita ). Lara blonyo juga melambangkan status calon pengantin, misalnya, jika status calon pengantin wanita lebih tinggi daripada calon pria, maka lara blonyo wanita dipasang di sebelah kanan, sedangkan lara blonyo pria di sebelah kiri.

Lara blonyo ditempatkan di depan pedaringan atau petanen ( krobongan ), boneka pengantin putra sebelah kanan dan boneka pengantin wanita di sebelah kiri, pedaringan adalah tempat penyimpanan beras, petanen, senthong tengah, atau krobongan adalah kamar tengah pada rumah induk, menurut mitologi jawa, petanen merupakan tempat persinggahan Dewi Sri, sebagai lambang kemakmuran dan kesuburan, penempatan lara blonyo mempunyai beberapa makna antara lain :

  1. Sebagai pasren atau hiasan : lara blonyo ditempatkan di mana saja yang dapat  menimbulkan suasana indah.
  2. Sebagai penghormatan kepada Dewi Sri yang melambangkan kesuburan dan kemakmuran, lara blonyo ditempatkan di depan pedaringan atau petanen.
  3. Sebagai penunjuk tempat tumuruning wiji, lara blonyo ditempatkan di dekat sepasang pengantin baru duduk bersanding.
  4. Sebagai lambang penolak bala, penangkal gangguan dan ancaman terhadap tanem tuwuh ( pertanian ), kemakmuran, kerukunan dan kedamaian, sebagai penolak bala, kedua wajah lara blonyo diboreh ( diolesi ) putih dan badan boneka diwarnai kuning.
  • Lampu robyong dan ajug-ajug, lampu robyong adalah lampu hias kuno dengan berbagai hiasan keemasan sehingga tampak indah, ajug-ajug adalah lampu kecil yang terus menyala sebagai lambang penerangan jiwa, semangat hidup yang terus menyala.
  • Kecohan, adalah tempat penampungan ludah, ini melambangkan kebersihan dan kedisiplinan, buanglah dan hindarilah segala keburukan.
  • Kendhi, wadah air yang terbuat dari tanah liat dan diisi air tempuran, yaitu pertemuan antara hilir sungai gajah wong dan sungai opak, kedua sungai ini bagi masyarakat Yogyakarta memiliki mitologi yang kuat karena dipercaya sebagai tempat pertemuan antara Amangkurat I dan Nyai lara Kidul, air tempuran juga merupakan lambang pertemuan antara calon pengantin pria dan wanita.
  • Klemuk, tempat beras, jagung, kedelai, kembang telon, klemuk berjumlah dua pasang ditempatkan di kanan dan kiri didepan pasren, semua itu sebagai lambang kemakmuran dan sumber rejeki.
  • Kain syarat, sebagai pajangan penolak bala sehingga perhelatan diharapkan tidak ada suatu halangan apapun, segala bala telah ditolak.
  • Jempana, jempana atau tandu digunakan untuk upacara panggih pngantin putri, dari dalem kasatriyan dengan dipondong menuju gerbang danapertapa dan kemudian dibawa dengan jempana, jempana dipikul kurang lebih enam orang.

DjawaDwipa

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: