RSS

Tumplak Punjen

1. Pengertian

       Pada mantu terakhir dilaksanakan acara tumplak punjen, Tumplak artinya tumpah ( keluar semua ) karena wadah di tumpahkan, Ditumplak artinya di tumpahkan, di keluarkan semua ( Poerwadarminta, 1939 : 614 ). Punjen artinya di panggul, yang dipanggul adalah tanggung jawab, yakni tanggung jawab orang tua terhadap anak, Tumplak Punjen artinya semua anak dipunji ( menjadi tanggung jawab orang tua ) setelah di mantuka ( ditumplak ), upacara ini dilakukan pada mantu terakhir oleh orang tua mempelai wanita dengan cara menumpahkan punjen ( pundi-pundi ) yang berisi peralatan tumplak punjen.

2. Tujuan dan makna

Tujuan dan makna upacara tumplak punjen adalah sebagai berikut :

  • Menyampaikan syukur kepada Tuhan YME karena telah dapat menuntaskan kewajiban orang tua untuk menikahkan putri-putrinya.
  • Memberitahukan kepada kerabat bahwa tugas untuk menikahkan putrid-putrinya telah selesai.
  • Memberitahukan kepada anak bahwa tugas orang tua sudah selesai.
  • Menunjukan cinta kasih orang tua kepada anak-anak dan cucu-cucunya.
  • Sungkeman seluruh putra dan putrinya menunjukan bakti anak kepada orang tuanya.
  • Memberikan contoh kepada anak cucu untuk suka berdherma kepada sesame, apabila ada kelebihan rizki atau harta.
  • Harapan orang tua agar anak cucunya diberikan kebahagiaan, keceriaan, kesehatan dan kelebihan ( cukup sandang dan pangan ).

3. Pelaksanaan

      Tumplak Punjen di laksanakan sebelum acara mapag besan / metuk besan ( menjemput besan ), tata cara upacara tumplak punjen adalah sebagai berikut :

  1. Salah seorang anak yang mewakili menyampaikan pernyataan atau sambutan yang ditujukan kepada bapak dan ibunya.
  2. Bapak – ibu memberikan jawaban.
  3. Kemudian dilaksanakan sungkem / sembah di mulai dari anak yang tertua hingga pengantin ( anak yang terakhir ), suami istri ( semua mantu cucu dan cicit ) semua melaksanakan sungkem kepada bapak ibunya.
  4. Ketika sungkem, biasanya orang tua / bapak ibu memberikan kampil-kampil kecil berisi biji-bijian, beras kuning, empon-empon, bunga sritaman / triwarna dan uang, boleh juga ditambah dengan hadiah / parsel yang lebih berharga lainya.
  5. Setelah sungkeman selesai, bapak dan ibu menyebar peralatan tumplak punjen yang berada dalam bokor yang biasanya berisi biji-bijian ( beras kuning, kedelai, jagung, empon-empon ) bunga triwarna, dan uang receh maupun uang kertas, bapak ibu seperti menyebar udhik-udhik dan semua anak, mantu dan cucu, serta hadirin boleh berebut mengambil sebaran undhik-undhik tersebut, dan bapak ibu harus menyisakan isi bokor atau undhik-undhik di dalam bokor sebagai syarat tumplak punjen untuk anak terakhir.
  6. Setelah selesai menyebar udhik-udhik, sisa udhik-udhik di tumplak di depan pelaminan / di depan tempat duduk pengantin.
  7. Selesai.

DjawaDwipa

 

9 responses to “Tumplak Punjen

  1. Agustin

    Januari 1, 2017 at 3:36 pm

    Apakah upacara Tumplak Punjen dilakukan pada saat menikahkan anak perempuan terakhir (walaupun masih ada saudara laki2 yang belum menikah) atau pada saat semua anak sudah menikah baik laki2 maupun perempuan?

     
    • Ki Demang

      Januari 4, 2017 at 1:10 pm

      makasih Agustin .. dah berkenan mampir .. untuk acara tumplak punjen dilaksanakan apabila shahibul hajjah melaksanakan mantu terakhir … baik laki2 maupun perempuan .. seperti yang saya pelajari .. mudah2an membantu

       
      • Nurul

        Mei 8, 2017 at 1:36 pm

        Aku kan anak bontot, tp ka2k aku yg 1 lum nikah,, aku anak ke 5 dan ka2k aku no. 4 itu gmna,, bisa tumplak punjen ga,, nikah’y aku?

         
      • Ki Demang

        Mei 11, 2017 at 3:08 pm

        Terima kasih jeng Nurul kerso pinarak mampir di blok saya..
        untuk nikahnya njenengan .. setau saya belum bisa dilaksanakan upacara tumplak punjen karena masih ada saudara anda yang belum menikah.. karena acara tumplak punjen adalah acara untuk hajat orang tua sebagai pamengku gati .. dan tumplak punjen sebagai tanda telah usai tugas orang tua untuk melaksanakan kewajibanya menikahkan putra-putrinya .. jika masih ada yang belum nikah berarti belum usai dong tugasnya ….
        demikian jawaban saya … sebatas yang saya tau … mohon maaf jika kurang pas dan kurang membantu ..

         
  2. fransisca yanita

    November 25, 2016 at 7:31 am

    selamat sore.. mohon arahan dan pengetahuannya.. bagaimana jika pihak perempuan anak sulung harus melakukan bubak kawah lalu menikah dengan pihak laki-laki anak bungsu melakukan tumplak punjen ?? bagaimana tata cara nya?? terima kasih dan mohon bimbingannya..

     
    • Ki Demang

      November 25, 2016 at 12:12 pm

      Selamat sore Fransisca Yanita.. untuk pelaksanaanya .. bubak kawah di laksanakan di kediaman Pihak Putri.. dan saat acara ngunduh mantu … di kediaman putra..tumplak punjen baru dilaksanakan .. begitu..mudah2an bisa menjawab pertanyaan anda .. terima kasih …

       
  3. anies

    Juni 14, 2015 at 11:45 am

    kalo kembar keduanya apa boleh melakukan adat tumplak punjen?

     
  4. Sudarto

    Agustus 21, 2013 at 3:58 pm

    Ki Demang Sodron…mohon berkenan memberi contoh isi dari putra mbarep matur ke rama lan ibunya begitu pula sebaliknya isi jawaban orang tua kepada anak2nya. Matur nuwun Ki..

     
  5. ricky

    Agustus 2, 2012 at 4:12 pm

    minta ijin copas juragan, salam kenal
    terimakasih

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: