RSS

Asok tukon

1. Pengertian

      Secara harfiah asok berarti member, tukon berarti membeli, namun secara cultural, asok tukon berarti pemberian sejumlah uang dari pihak keluarga calon pengantin pria kepada keluarga calon pengantin wanita sebagai pengganti tanggun jawab orang tua yang telah mendidik dan membesarkan calon pengantin wanita ( Bratasiswara, 2000 : 822 ). Tukon bukan peningset, bukan lamaran, juga bukan srah-srahan, Tukon berarti jual beli dalam perkawinan, uang tukon dimaksudkan sebagai pengganti tanggung jawab pendidikan dan pemeliharaan gadis yang dikawinkan.

      Secara kodrati, orangtua memilki tanggun jawab untuk memelihara dan mendidik ank-anknya hingga dewasa, pada masa perkawinan ( pernikahan ), orangtua akan melepas dan menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada pengantin pria ( suami ), pemindahan tanggung jawab inilah yang kemudian memunculkan adat tukon atau asok tukon, tukon menjadi tanggung jawab keluarga calon pengantin pria, tukon diberikan kepada keluarga calon pengantin wanita.

      Jumlah tukon tidak di tentukan atau tergantung kemampuan, walaupun ada yang beranggapan bahwa tukon merupakan kebanggaan keluarga, maksudnya, orangtua wanita merasa bangga apabila mendapat tukon yang besar jumlahnya, sebaliknya, orant tua calon pengantin pria juga merasa bangga apabila dapat memberikan tukon yang besar jumlahnya.

 2. Cara penyerahan tukon.

       Pada zaman dahulu, tukon diserahkan sebelum pemberian paningset, namun pada zaman sekarang demi kepraktisan dan efisensi, tukon sering diserahkan bersamaan dengan paningset atau srah-srahan, inilah yang kemudian mengaburkan apakah uang itu sebagai tukon atau paningset / srah-srahan, pada prinsipnya, tukon, lamaran, srah-srahan dan paningset berbeda, pemberian yang bersamaan ini mengakibatkan pada pra-mantu hanya ada dua acara yang menonjol yaitu lamaran dan srah-srahan.

       Lamaran sudah jelas maksudnya, yaitu kehendak keluarga calon pengantin pria  untuk meminta untuk meminta persetujuan gadis dan orangtuanya untuk dinikahkan ( dijodohkan ) dengan pemuda anak keluarga pelamar, sedangkan srah-srahan yaitu upacara penyerahan barang-barang dari pihak keluarga calon pengantin pria kepada keluarga calon pengantin wanita di lakukan menjelang upacara pernikahan, srah-srahan dapat di laksanakan pada malam midodareni atau sesaat sebelum akad nikah, sebelum akad nikah diadakan upacara srah-srahan, keluarga calon pengantin pria menyerahkan calon pengantin pria serta segala barang-barang hadiah ( hantaran ) sebagai sarana srah-srahan.

DjawaDwipa

Ke Tahap Persiapan Mantu : 
Nontoni,Lamaran,Asok tukon,Paningset,Srah-srahan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: