RSS

Cethik Geni

Cethik Geni / Menghidupkan Api

          Cethik geni yakni menghidupkan / membuat api yang akan digunakan untuk menanak nasi dengan segala pirantinya, cethik geni dilakukan di daput tempat membuat segala macam makanan, cethik geni dilakukan terutama untuk mengawali menanak nasi dalam jumlah relatif banyak ( jawa : adang ). Nasi tersebut yang akan dipergunakan untuk menjamu para tamu, makan para panitia dan keluarga.

        Pada zaman dahulu, cehtik geni dilakukan dengan menggunakan batu berapi, caranya dengan membenturkan batu berapi dengan benda keras lainya, seperti batu atau besi, sehingga batu tersebut mengeluarkan percikan api, percikan api itu didekatkan pada benda yang mudah terbakar seperti daun kering, kapas atau benda lainya, ketika percikan dari batu berapi menyambar daun kering atau lainya maka api segera menyala dan pemangku hajat segera mengambil lentera ( minyak jarak ), lentera segera disulut dengan api tersebut, itulah awal mula disebut cethik geni selanjutnya, api lentera tersebut digunakan untuk sumber api memasak.

           Pada zaman sekarang, sumber api sangat mudah didapat, misalnya korek api atau gorek gas, maka cethik geni lebih mudah dilakukan, caranya, pemangku hajat menyulut lentera dengan korek api atau korek gas, lentera ini digunakan untuk mengawali menanak nasi dengan dandang ( tempat menanak nasi yang besar ) yang disebut adang, setelah diawali oleh pemangku hajat, proses selanjutnya dilakukan oleh para ibu, tetangga, atau panitia yang membantu mengolah nasi, lauk pauk, dan segala kudapan lainya.

DjawaDwipa

 

One response to “Cethik Geni

  1. CAHYO Dc

    April 3, 2015 at 11:42 am

    Nderek ngangsu kawruh

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: