RSS

Ubarampe Majang

Ubarampe / Segala Keperluan yang perlu di disediakan dalam tata upacara majang

Andrianto ( 1998 ) menyebutkan sesaji dalam majang, pada hakikatnya antara majang dan tarub merupakan rangkaian prosesi yang menyatu, hanya pelaksanaan berturutan.

  • Sekul wuduk, lembaran ayam putih mulus dengan santan kental ( areh ) dan sayur mentah ( lalaban ), ini ditujukan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
  • Sekul golong, sekul golong ditambah ulam sukupat ( kerbau, lembu, kambing ), ulam tuya, pecel tawon, jangan menir ( sayur bening, lalaban, jagung muda ), ini ditujukan kepada Nabi Kidzir As ( penjaga air dan samudera ).
  • Sekul pulen, ulam sukupat, ulam peksi, ulam sangsam ( daging rusa ), dan pecel tawon, ini ditujukan kepada Nabi Elyas As.
  • Sekul anggi, pupuk ulam ayam ( bubur daging ayam ) telur goring, ditujukan kepada Nabi Ibrahim As.
  • Wuduk ketan, sekul gapit ( Nasi diantara lauk pauk ), dhaharan warni woh-wohan yang ditujukan kepada syeh ‘Abdul Qadir Jaelani RA.
  • Sekul golong, ulam sukupat, dan urip-uripan lele yang ditujukan kepada Kanjeng Sunan Kalijaga.
  • Sekul golong lolo ( kepalan nasi putih ) di bagian atas dan bawahnya diberikan telor dadar dan uang logam yang ditujukan kepada samara bumi.
  • Sekul golong, ulam sukupat, pecel ayam, dan jangan menir yang ditujukan kepada Kyai Ageng Pemanahan atau Kanjeng Panembahan Senopati.
  • Tigan panggang ayam, ketan kolak pisang mas yang ditujukan kepada Kanjeng Sultan Agung.
  • Klepon dan srabi yang ditujukan kepada matahari, bulan dan bintang.
  • Tumbasan peken dan colok ( senthir ) yang ditujukan kepada Kanjeng Ratu Kidul yang diberikan menjelang matahari terbenam ( surup ).
  • Sekul pulen, bubuk dhele, jangan oncom ( sayur bening tanpa bumbu ), tempe goring, ketan enten-enen, lembper ulam ayam, dan pisang raja, sesajian ini ditujukan kepada Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan 1.
  • Sekul punar, jangan oncom dengan santan, sekul pulen, jangan kare, jangan menir, pecel ayam, bubuk dhendheng, bubuk balur, bubuk kedelai, roti gandum dengan mentega, jenang sungsum dengan juruh dan legen, sesajian ini ditujukan kepada Sampeyan Dalem, Ingkang Sinuwun  Kanjeng Sultan II.
  • Sekul liwet, dhendheng bakar yang ditujukan kepada kanjeng Sultan III.
  • Sekul goreng mentega, jangan sop, ulam ayam, bakaran gendir penjalin, kepiting godog, panggang ayam, ulam loh goreng, dan tebu mlangi ( tebu kecil-kecilan ) yang ditujukan kepada sampeyan Dalem, Ingkang Sinuwun IV.
  • Roti tigan, sekul pulen, gandhu bakar. Lalaban, saron tamper ( garam bubuk ), wader goreng, tigan pindang, ulam klepon ( klepon berisi daging ), ulam jambal bumbu satu, pecel ayam, dan tebu lonjoran, sesajian ditujukan kepada sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan V.
  • Sekul goreng, sekul wuduk, sekul jawi, semur bregedel, krupuk, dhendheng goreng brambang, sambel goreng ulam  ati, sop, kacang ulam, ayam bumbu lembaran, srabi tigan, woh-wohan warni kalih, dan toya degan ( air kelapa muda ), sesajian ini ditujukan kepada Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan VI.
  • Sekul liwet, lidah asin, tim kiyik/piyik ( sop burup merpati muda ), cari cina, pacitan jeram wedang teh, rokok ( jawa : ses ) yang ditujukan kepada sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan VIII.
  • Tempe kripik, blenyik jangan kluwih ( sayur Kluwih dengan kuah ), dan bunga mawar dengan gelas yang ditujukan kepada Gusti Kanjeng Ratu Hemas Ibunda Sultan VII.

DjawaDwipa

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: